Cerita Relawan Tunas Bangsa VC Angkatan 2016 oleh Warin Syarif Hidayat



            Assalamu'alaikum wr wb.
Halo namaku Warin Syarif Hidayat yang biasa dipanggil apa aja terserah yang penting kalo manggil, aku bisa noleh, kalo mau ya manggil sayang juga bisa *haha*. Aku mau cerita tentang VC FSG Tunas Bangsa 2016. Begini ceritanya. Di hari Sabtu pagi 20 februari 2016...

            "Pertama, aku itu bingung nyari lokasi campnya sampe bolak balik 2 kali gak ketemu padahal sering lewat daerah situ tapi gak ngerti kalo ada tempat yang seperti itu. Tapi setelah dapet hidayah akhirnya menemukan lokasinya yang terpencil itu. Setelah sampe lokasi dan ternyata masih sepi. Detik demi detik dan menit demi menit dilalui dengan clingak-clinguk sampe angop terus duduk sendirian sambil megang sebotol air mineral menunggu yang lain pada datang. Ahirnya satu persatu pada berdatangan dengan berbagai ekspresi. Kami langsung berkenalan atau hanya saling melihat muka dan name tagnya aja sambil mbatin "oh itu namanya"… Haha.
            Kemudian dimulailah acaranya. Dari pembukaan terus dilanjut dengan perkenalan yang unik antara para panitia dan para peserta dengan menyebutkan nama, asal dan benda apa yang menggambarkan diri kita. Mungkin biar lebih akrab dan saling kenal satu sama lain dan tentunya kayak pepatah yang disebutkan "tak kenal maka tak sayang dan kalo sudah kenal belum tentu sayang" *hehe*
Sesuai rundown acara, dokter Pudjo menjelaskan tentang apa itu kanker dan kelainan darah. Meskipun dijelaskan secara singkat padat dan dengan ditampilkan gambar yang begitulah sungguh amazing pokoknya tapi ya bisalah untuk menambah ilmuku tentang kanker dan kelainan darah yang awalnya gak begitu ngerti sih tentang itu. Sungguh menarik, terimakasih dokter Pudjo *hehe*
            Berlanjut dengan pengisi acara yang lainnya dari fasilitator mas Nonok; nah ini nih yang paling suka deh dan paling menarik deh kalo menurut saya.. Wah gimana ya jelasinnya.... Pokoknya gitu deh, susah kalo diungkapkan dengan kata-kata. Kalo kata Andra and the Backbone,  "Sempurnaaaaa". Saya jadi terhipnotis terbawa suasana untuk menikmatinya dengan bugar dan santai. Ya mungkin yang bikin menarik itu cara mas Nonok dalam menjelaskan dan menyampaikan: berbeda, menarik dan disampaikan secara ringan. Kan kebanyakan pembicara itu kalo jelasin sesuatu dengan cara yang lawas dan teori banget jadi pendengar merasa bosan ngantuk laper dan tentunya gak ngerti apa yang dijelasin. Tapi kalo mas Nonok memang beda, sipp joss mantapp. Padahal dari rencana awal sebelumnya saya ngabarin ke mas Yopie kalo saya mau ijin jam 4 sore sampe malem gak ikut acara karena ada kerjaan, semua itu jadi terlupakan dan terbaikan gara-gara sudah terlalu asik terbawa suasana, acaranya yang semakin menarik dan menyenangkan dan bahkan menurut saya rugi kalo ditinggalkan. Mungkin ini yang disebut "manusia bisa berencana tapi Tuhan yang berkehendak" *heleh*
            Acaranya seru iya, seneng iya, capek iya tapi dikit, mendidik iya, bermakna iya, kompak iya, mikir iya, gila iya, basah kuyup iya pake banget. Pokoknya kayak permen "nano-nano", manis asem manis rame rasanya. Apalagi saya merasa sangat beruntung mendapat tim yang sangat sangat luar biasa dan keren-keren bingits. Halo, hai… Kelompok #1 mbak Jarwi tetanggaku, mbak Aslih
'portorico" , mbak Octa, terus mbak Lia kalo gak salah namanya dan Evan dari Medan bah. Terimakasih atas kerjasamanya yang hebat sekali. Kalian "luarr biasaaaaaaaa" *kata Aril Piterpen*.
Menjelang akhir acara tapi meskipun begitu ada juga hal yang sangat menarik disini yang tak terlupakan yaitu dengan diberikannya selembar kertas kecil yang pojok kanannya ditulis nama kita, lalu diminta untuk diberikan kekawan di sebelah, demikian seterusnya, untuk dituliskan kesan hal yang positif untuk pemilik kertas itu. Setelah selesai dan kembali lagi kertasnya apa yang terjadi? Hahaha pertama jelas ketawa, tanda tanya, lucu sambil liat kertas yang punyaku. Isinya macem-macem dan aneh-aneh: "ok!, tulus, hebat, asik!, iklas, pendiam, kalem, fun, friendly, ramah, lucu, kocak, rame, jail, gembira, lembut, dewasa, gokil, handsome (mungkin salah liat yang nulis), kebapakan (wah ini nih, mosok sih aku koyo bapak-bapak haha). Saya mengamini saja dan terimakasih banyak dan maaf juga kalo aku nulis yang aneh-aneh dikertas kalian hehe. Yang pasti kalian semua luar biasaaa...
Beribu terimakasih untuk seluruh panitia VC FSG Tunas Bangsa 2016 dan para peserta yang sangat luar biasa yang telah banyak memberi ilmu baru, pengalaman baru, teman baru dan tentunya keluarga baru yang sangat bermanfaat. Ada banyak hal yang bisa diambil hikmahnya dan bisa dijadikan renungan dari acara tersebut khususnya untuk diri saya pribadi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Di dunia ini tidak ada yang sempurna tapi berusaha menjadi yang sempurna, adalah suatu keharusan. Terimaksih FSG Tunas Bangsa."

Wassalamu'alaikum wr wb.
(Warin)
Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment