Cerita Relawan Tunas Bangsa VC Angkatan 2016 oleh Sofiya

MY NEW FAMILY

Ini jari jempol
Namanya jari jempol
Apa kata jari jempol
Anak sekolah tidak boleh ngompol

Sepenggal lirik di atas merupakan bagian dari salah satu lagu wajib yang dinyanyikan relawan FSG Tunas bangsa saat melakukan aksi. Lagu tersebut juga menjadi lagu yang sering dinyanyikan saat Voluntary Camp FSG Tunas Bangsa 20 – 21 Februari 2016 lalu. Voluntary Camp kali ini mengambil tempat di penginapan studio pelatihan audio visual PUSKAT Jakal km 8,5 tepatnya di Jalan Damai. Tempatnya sangat nyaman dan juga menenangkan. Suasananya bernuansa alam karena memang daerah di sekitarnya masih asri: ada sungai dan kebun. Tempatnya yang "terpencil" dan denah dari panitia yang ala kadarnya --layaknya denah pada undangan pernikahan-- membuat beberapa peserta dan juga (bahkan) panitia tersasar. Meskipun begitu pada akhirnya semua peserta dan panitia bisa berkumpul bersama.


Selama kegiatan Voluntary Camp (VC) banyak diisi oleh kegiatan-kegiatan positif, di antaranya adalah pengenalan seputar kanker dan kerelawanan. Materi dan pemateri acara tidak membosankan. Relawan senior juga mau membaur dengan relawan baru. Mereka sangat terbuka dengan kehadiran relawan baru dan juga mau berbagi ilmu. Para relawan baru menjadi lebih tahu mengenai kanker dan juga penyakit kelainan darah yang banyak diderita oleh pasien anak-anak di RS dr. Sardjito. Saat yang paling berkesan adalah momen ketika video seputar kegiatan FSG Tunas Bangsa dan testimoni dari relawan senior. Ada beberapa peserta VC yang pada awalnya takut melihat tayangan video tersebut karena menampilkan beberapa potret adik-adik pasien kanker. Di antara adik-adik tersebut bahkan kini telah tiada. Backsound berupa isak tangis dan  soundtrack yang mendukung membuat beberapa peserta terenyuh bahkan hingga mengeluarkan airmata. Namun ketika melihat testimoni dari para relawan terdahulu yang dengan ikhlas ingin memberikan senyum dan juga beberapa potret adik-adik pasien yang tertawa karena terhibur membuat para peserta semangat untuk menjadi relawan.
Waktu dua hari satu malam memang terasa singkat untuk sebuah "perkenalan". Namun, dalam waktu singkat tersebut banyak hal positif yang dapat dirasakan. Mulai dari rasa peduli, berbagi, dan juga kekeluargaan. FSG Tunas Bangsa, it's my new family. (Sofiya)
Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment