menjadi seorang relawan,,,

Pekerja sosial, relawan, volunteer, social worker atau apapunlah istilahnya tetap mempunyai arti yang sama, yaitu bekerja untuk orang lain secara sukarela.
Maksudnya sukarela? ya bisa macam-macam persepsinya bagi masing-masing orang, tapi pada intinya rela meluangkan waktu, rela nggak di gaji, rela mengorbankan sebagian kecil dari aktivitas rutinnya.
Bisa merasakan empati dan simpati terhadap pihak yang di bantu.
Gimana nentuin siapa yang berhak atau pantas mendapatkan bantuan? Bisa beragam pula ya, tapi itu lebih terkait dengan policy atau kebijaksanaan yayasan atau komunitas dimana seorang relawan tersebut berada.
Mudahkah menjadi seorang relawan?
Mudah!!!
Menjadi seorang relawan hendaknya benar-benar merelakan waktunya untuk melakukan aktivitas tak berbayar, bisa berkomitmen, mempunyai rasa simpati dan empati tapi bukan belas kasihan.
Banyak di temui pasien atau keluarga pasien yang memang tidak membutuhkan belas kasihan , atau tepatnya bukan rasa belas kasihan yang mereka butuhkan.
Menurut pengamatan saya pribadi (dan bukan sebagai suatu pengajaran) mereka lebih membutuhkan perhatian dan tempat untuk dapat berbagi perasaan.Tidaklah mudah  untuk mempunyai atau dapat berbagi hal-hal tersebut, khususnya terhadap orang lain yang sama sekali tidak dikenal, tapi seturut dengan waktu pasti perasaan -perasaan tersebut akan timbul dengan sendirinya.
Melakukan kegiatan seperti apa yang dilakukan para relawan di komunitas FSG Tunas Bangsa menurut saya pribadi akan terasa lebih berat, karena kita berhadapan dengan anak-anak yang dalam kondisi tidak sehat, dengan para orang-tua atau saudara yang mungkin sedang dalam tekanan (karena menghadapi anak yang sedang sakit, dengan harga-harga obat yang tak terjangkau, atau biaya rumah sakitnya, ataupun dengan masalah internal mereka).
Pernah juga , bahkan sering kami jumpai orang tua yang nampaknya sudah bisa berdamai dengan keadaan, dan bisa menghadapi keadaan .
Dan pendekatan secara profesional memang sangat diperlukan agar perasaan pribadi tidak terlibat di dalamnya.
Nah, sekarang bagaimana dengan relawannya sendiri? di samping diperlukan komitmen dari yang bersangkutan , saya rasa juga sangat perlu dilakukan hubungan timbal balik dari pihak yayasan atau komunitasnya, kalau dalam bahasa jawanya " hendaknya relawannya juga diopeni"
Mempunyai relawan yang mau bergabung di sebuah yayasan atau komunitas sudah mempunyai nilai tersendiri, sebanyak apapun relawannya tapi kalau harus jalan sendiri lama-lama akan kehilangan jalannya. tentu saja bentuk pemeliharaannya bisa bermacam-macam, dan tidak harus yang berlebihan, karena intinya adalah kebersamaan, bersama-sama melakukan sesuatu yang mungkin akan tidak berarti bagi seseorang tapi akan sangat berarti bagi orang lain.
 salam,

kristi harjoseputro
Co.relawan FSG Tunas Bangsa - Jogja

.

Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment