apapun yang terjadi kami tetap disana

Sejak awal FSG Tunas Bangsa berada di RS DR Sarjito Jogja adalah kira2 pertengahan tahun 2008. Awalnya hanyalah datang sekedarnya, artinya siapa yang mau datang dan membawa apa aja ya terserah yang bersangkutan, yaitu pendiri dan beberapa ibu yang lain dan sdr Yopie Kurniawan.
Karena sejalan dengan waktu dan nampaknya kehadiran sekelompok kecil ibu2 dan Yopie kurniawan ini selalu sangat diharapkan oleh pasien dan keluarganya terbersit niatan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai satu komunitas yang akan rutin berkegiatan di RS.
Pendekatan dengan pihak rumah sakit gencar dilakukan sehingga saat itu FSG Tunas Bangsa mendapat sebuah ruangan kecil yang bisa digunakan untuk melakukan aksinya.
Mereka yang menjadi pendahulu dalam komunitas ini membuat beberapa aturan yang sekiranya pantas dan bisa diterapkan dalam setiap kegiatan aksinya agar nampak lebih profesional dan bermakna.

Dari sebuah ruangan kecil yang kemudian diberi nama 'Ruang Kepompong'  tersebut lahirlah komunitas 'Relawan FSG Tunas Bangsa' yang nantinya seturut dengan perkembangan berganti nama menjadi "Yayasan Kuntum bangsa' (untuk di Jakarta)
Di Jogja komunitas ini kemudian mengadakan beberapa kali rekruitmen untuk bisa mendapatkan beberapa calon relawan yang mempunyai misi dan visa yang sama.
Saya sendiri, ikut bergabung pada awal tahun 2009.Dari yang ngga percaya diri dan ngga yakin akan kemampuan saya berkegiatan sosial dengan anak2 pasien kanker darah dan kelainan darah di RS DR Sarjito ini sampailah saya di sini.
Banyak peristiwa yang membuat saya (boleh dibaca kami) jatuh bangun , bahkan bersimbah air mata atau memaksakan diri untuk kuat , tegar dan terus tetap aktif di komunitas ini.
Dari mulai menahan tangis sampai bibir bergetar hingga saat ketika pertahanan hati jebol dan bersimabah air mata pernah saya rasakan. Tapi apakah itu semua menyurutkan ketetapan hati saya untuk tetap berkegiatan di komunitas ini? tentu saja tidak. saya seperti kafilah yang tetap berlalu meskipun anjing menggonggong, bahkan kalau saya boleh sombong sedikit, saya menikmati kegiatan ini, karena saya bisa merasakan ada energy positif yang bisa saya salurkan.
Ketika pihak Rumah Sakit menawarkan ruangan baru di bangsal baru kepada yayasan tentu saja gayung bersambut, meskipun dengan beberapa bergaining, yah maklumlah,  karena itu Rumah Sakit Pemerintah, banyak birokrasi dan iniitu, dan kami juga mendapat sebuah ruangan lain untuk melakukan kegiatan bersama anak2 pasien, yaitu ruang Nuri.
Kami mendandani ruang baru kami dengan sangat cantik tanpa merubah namanya, kami mengisi berbagai sarana permainan dan buku2 untuk membaca bagi anak2 pasien dan juga keluarganya yang mendampingi.
bahkan sebuah TV dan player disediakan yayasan untuk mereka jika ingin menonton film meskipun di bangsal Estella tersebut setiap kamar (isi 3 tempat tidur) juga dilengkapi dengan televisi.
Apakah persoalan selesai? wah ga akan pernah ya.., karena memang persoalan itu selalu ada, misalnya, hari Minggu pagi anak2 pasien lebih memilih menonton tv dari pada ikut aksi , yang lebih tepatnya pihak penunggu lebih memilih nonton tv di kamar daripada pergi mengantarkan pasien ke ruang Nuri untuk ikut kegiatan dengan kakak2 relawan. Jadi kami harus membuat acara2 yang bener2 menarik dan di sukai oleh anak2 pasien. Sesekali kami mengundang pihak luar sebagai partisipan untuk mengisi acara di ruang Nuri, dan lama2 memang berhasil untuk lebih menarik minat anak2 datang ke ruang Nuri.
Sampai saat terakhir ini entah bagai mana dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak rumah sakit, kami harus berbagi ruang dengan pasien transit, dan melakukan kegiatan kami di lantai yang beralaskan tikar. Apakah itu semua menyurutkan niat dan minat kami? tentu saja, sekali lagi Tidak. karena kami berkegiatan adalah murni untuk membuat perasaan anak2 pasien senang, bahagia, sejenak melupakan rasa sakit dan rasa bosan , meskipun kendala tetap ada tapi kami harus bisa meminamalkan kesulitan dan memaksimalkan kemudahan, karena prinsip kami relawan FSG Tunas Bangsa selalu gembira, anti mati gaya, ga ada rasa sedih yang harus ditunjukan, atau menunjukkan kesulitan2 kami karena berkurangnya fasilitas atau terbatasnya persediaan kami, apapun yang terjadi kami akan tetap berada di sana bersama mereka.


Bravo FSG Tunas Bangsa - Jogja
salam.., kristi.
Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment