Harapan..


Udah beberapa minggu ini saya gabung jadi relawan di FSG Tunas Bangsa, dan ngga tau kenapa minggu pagi selalu jadi saat yang paling saya tungguin akhir-akhir ini.
Pagi ini saya nemenin Dita.. Bocah kecil kelas dua Sekolah Dasar ini tampak semangat melangkah bersama ibunya memasuki ruang Nuri bangsal anak rumah sakit dr. Sardjito jogja. Tubuhnya mungil, rambutnya sebahu tapi jarang-jarang.. mungkin banyak yang rontok akibat efek kemoterapi saya pikir. Dita langsung ngambil tempat duduk di deretan paling depan.
Kaya biasanya, sebelum aksi mbak Heni mengajak anak-anak menyanyi lebih dulu. Setelah itu baru ngasi penjelasan untuk membuat hasta karya.. hari ini kita membuat wayang-wayangan. Bukan wayang Jawa pada umumnya, tapi kita membuatnya lebih sederhana dengan pola berbentuk kendaraan roda empat. Pola dari kertas tadi dipotong dan ditempel pada sebuah pipet.
Setelah selesai, kemudian kita tinggal membuat backgroundnya. Backgroundnya dari kertas berukuran A4, dan mereka bebas menggambar dan mewarnainya di atas kertas tadi. Tak berapa lama Dita cuma diem, matanya melirik ke teman-teman yang lainnya yang sedang asyik menggambar.
Saya nanyain, “Dita kok ngga gambar, Sayang?”.. Dita cuma diem.. trus saya tanyain lagi, “Bisa gambar ngga?” Dengan malu-malu Dita cuma menggelengkan kepalanya.
Saya ngelanjutin nanya.. “Mau digambarin? Nanti Dita yang ngelanjutin mewarnai yaa..
dengan tersenyum malu-malu akhirnya Dita manggut-manggut.”
Dita ngga seberuntung saya, ngga seberuntung banyak orang di luar sana. Dia mungkin nggak tahu nasibnya yang akan terjadi sehari berikutnya, dua hari, sebulan, atau entah kapan, mungkin bisa saja malah setelah keluar dari ruangan ini penyakit ganas itu merenggut nyawanya.. Hanya Tuhan yang tau.
Dita, seperti halnya anak kecil yang lain.. polos, lugu.. yang ia harapkan adalah hanya bisa cepat sembuh dan kembali bermain dengan teman-teman yang lain. Ia tak tahu bahwa penyakit yang dideritanya ngga cuma penyakit biasa seperti batuk atau flu.
Semangatnya dalam menggambar membuat saya tersadar akan arti kehidupan, bener yang seperti temen saya bilang, mas Yopie… hidup cuma sekali dan sebentar, jangan dibikin susah.. Dibikin seneng-seneng aja.
Analogi ini akhirnya jadi gambaran besar dalam pikiran saya. Bisa jadi, banyak sekali temen2 saya yang mungkin belom sadar sama hal ini. Seperti misalnya saat mereka patah hati, seakan hal itu adalah akhir dari hidupnya.. Yakinlah, dunia tak berhenti berputar sampai di situ.. Teruslah berjalan dan mencoba bangkit..
Seperti ketika Dita mempunyai harapan bahwa setiap penyakit selalu ada obatnya. :)
Semangatnya membuatku kuat..

PS : a huge thanks to @sisocko for the nice photograph.. :)

Tulisan oleh : Surya
Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment