seberapa keraskah hatiku ?...,

Nggak terasa sudah sejak bulan Juni 2009 yang lalu saat saya mulai bergabung dengan Family Supporting Group Yayasan Tunas Bangsa Jogja. Komunitas Relawan yang bergerak di bidang pendampingan khusus anak-anak dengan penyakit kanker darah dan kelainan darah di Rumah Sakit DR Sarjito Jogja, lebih detailnya lagi khusus pasien bangsal. Kegiatan kami lakukan setiap hari Minggu pagi jam 09.00 sampai dengan jam 11.00. jenis kegiatannya hanya pendampingan 'non medis' Saat pertama kali saya di informasikan oleh seorang sahabat, Ingrid, yang sudah terlebih dahulu bergabung, bahwa akan ada pengerahan tenaga relawan saya langsung mengiyakan. Pada hari tanggal dan jam yang sudah ditentukan saya mendatangi lokasi pengerahan tenaga relawan tersebut, registrasi nametag dan memasuki ruangan.... saya langsung merasa " aduh !!, saya sudah salah membuat keputusan nih" , yang datang rata-rata usianya jauh lebih muda dari saya. Rasanya udah pengen pulang aja...., Tapi, masak sih saya belum melangkah sudah menyerah? sepertinya ko' bukan saya banget!! Ya udah lihat saja, apa sih Tunas Bangsa itu?, apa sih Family Supporting Group itu? Setelah beberapa ibu pengurus menyampaikan beberapa hal tentang kegiatan Family Supporting Group saya jadi tertarik juga, dan berjanji untuk ikut berpartisipasi di hari Minggu pagi berikutnya. Sayangnya di hari tersebut saya terserang diare hebat, sampai ngga berani keluar rumah, jadi saya janjikan kepada Ingrid untuk ikut di hari Minggu berikutnya lagi. Saat yang dinantikan tiba juga, saya ingat banget, relawan yang dipasangkan ke saya seorang relawan baru juga, jadi kami sama-sama belum pernah ikut 'aksi' (istilah yang digunakan untuk kegiatan tersebut) Masuk kamar pasien aja saya minta di kulonuwun-kan, karena saya kagok banget, tapi sejalan dengan waktu, suasana hati kami mencair, dan langsung bisa akrab dan menikmati "dalam tanda petik" aksi tersebut. Saya juga sempat mencuri tengok kekamar-kamar pasien lain. Pengalaman pertama itu sangat berkesan bagi saya, yang belum pernah terlibat dalam kegiatan sosial manapun, dan saya langsung komit ke diri saya sendiri, saya akan bersungguh-sungguh ikut dalam komunitas FSG Yayasan Tunas Bangsa ini. Bagi saya saat itu, tidak lah penting apa itu Tunas Bangsa, siapa pendirinya, siapa pengurusnya, siapa donaturnya, yang lebih menjadi concern saya, siapakah yang kita hadapi, Dan saya membutuhkan waktu dua (2) minggu untuk menata hati saya agar tidak lumer waktu berhadapan dengan para pasien cilik tersebut. Cerita , kabar yang saya terima seputar keadaan dan kondisi pasien saya simpan dalam-dalam didasar lubuk hati saya, dan saya munculkan saat saya bawa dalam doa saya, ada beberapa pasien yang sempat menyentuh hati saya, tapi saya berusaha bersikap wajar "dalam tanda petik" . Karena saya berpikir, kalau saya larut dalam perasaan saya saat berhadapan dengan mereka, kita bukan lagi Family Supporting Group, bukan...? salam...,
Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment