Jajanan Mengandung Zat Kimia Bikin Anak Kanker Darah

ilustrasi
SAMPIT – Masyarakat dan pihak sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta lebih ketat mengawasi jajanan yang dikonsumsi anak atau anak didik mereka. Belum lama ini ditemukan satu anak di daerah ini positif menderita leukimia atau kanker darah yang diduga disebabkan karena sering mengonsumsi jajanan mengandung zat kimia berbahaya.

Informasi itu diungkapkan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Yuendri Irawanto. Menurutnya, baru-baru ini pihaknya menemukan satu anak yang masih duduk di bangku Sekolah Ddasar menderita penyakit mematikan itu akibat kerap mengkonsumsi bahan kimia yang terkandung pada makanan.

Meski demikian, Yuendri pihak keluarga anak tersebut sudah mengambil langkah merujuk anak tersebut untuk mendapatkan perawatan serius ke salah satu rumah sakit yang ada di Pulau Jawa. “Mohon maaf kita tidak bisa memberikan identitas anak tersebut termasuk di mana dia sekolah, karena ini memang permintaan keluarganya. Namun yang bersangkutan memang dinyatakan positif mengidap leukimia,” terangnya kepada Radar Sampit (JPNN Grup).

Yuendri menguatkan, dari hasil pemeriksaan secara medis penyakit yang diderita anak tersebut memang lebih banyak disebabkan oleh terakumulasinya bahan-bahan kimia yang selama ini dikonsumsi anak tersebut dalam waktu yang cukup panjang. Salah satu sumber kuatnya yaitu dari jajanan yang sering dibelinya ketika sekolah atau di rumah dan mengandung seperti boraks, zat pewarna, rodamin B, astri talenta, maupun formalin.

Bahan-bahan tersebut, menurutnya, bisa bertahan cukup lama di dalam tubuh dan terakumulasi, sehingga akhirnya bisa menimbulkan penyakit kanker seperti kanker darah (leukimia), kanker pencernaan, hingga kanker otak.

Seperti diketahui, hasil pengecekan sampel jajanan anak di sejumlah sekolah di Sampit pekan lalu oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya, cukup mengejutkan. Hal itu ditemukan ketika tim BPOM melakukan pemeriksaan secara acak terhadap para pedagang kaki lima yang biasa mangkal di lima sekolah dasar di Sampit sejak Rabu (12/10) lalu. Dari 25 jenis contoh  jajanan yang diambil sampelnya kemarin, ternyata salah satunya terindikasi mengandung rodamil B  atau bahan pewarna tekstil.

Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Palangka Raya, Gusti Tamjidillah mengatakan, makanan dan jajanan yang mengandung pewarna tekstil apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama dapat membahayakan kesehatan manusia. Yakni, bisa mengakibatkan kanker dan gangguan ginjal.

Berdasarkan sejumlah literatur, leukemia sendiri adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang. Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak di masa kecilnya, sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal. Normalnya, sel darah putih mereproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan bereproduksi kembali.

sumber : JPNN
Share on Google Plus

FSG Tunas Bangsa

Family Supporting Group (FSG) Tunas Bangsa adalah organisasi non-profit yang didirikan di bawah Yayasan Bunga Bangsa Jakarta dan Yayasan Tunas Bangsa Jogja dengan tujuan mendampingi pasien dan keluarga pasien dengan penyakit Thallasaemia, Haemofilia dan Kanker Darah pada pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
    Blogger Comment